Bangun Malam Lakukan Ini Perubahan Sikap Editor Metro TV Sebelum Ditemukan Tewas Diungkap Bibi

Wartini (40) bibi Yodi Prabowo membeberkan perubahan keponakannya sebelum ditemukan tewas. Yodi Prabowo yang merupakan editor Metro TV ini ditemukan tewas di pinggir jalan tol JORR Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Jasad Yodi Prabowo ditemukan dalam kondisi telungkup oleh anak anak yang sedang bermain layangan pada Jumat (10/07/2020).

Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Yodi Prabowo sempat pamit untuk bekerja pada Selasa (7/7/2020) sore dari rumahnya di Jalan Alleria, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Sejak saat itu Yodi Prabowo menghilang tanpa kabar. Hingga akhirnya ia ditemukan tak bernyawa tiga hari kemudian.

Kuat dugaan Yodi Prabowo meninggal dunia lantaran dibunuh. Kendati demikian, polisi belum bisa memastikan lantaran penyelidikan masih terus dilakukan. Untuk mengungkap kasus kematian Yodi Prabowo, polisi masih melakukan penyelidikan hingga pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Dugaan Yodi Prabowo menjadi korban pembunuhan juga diperkuat dengan adanya luka di beberapa bagian tubuhnya. Sementara itu, menurut cerita keluarga korban,YodiPrabowomenunjukan perubahan sikap sebelum ditemukan tewas mengenaskan. Anak pertama dari empat bersaudara, dari pasangan Suwandi dan Turina itu seperti merasakan firasat sebelum ditemukan meninggal dunia.

Wartini (40), bibiYodiPrabowomengatakan, keponakannya belakangan memang menujukan perubahan sikap tak biasa. Wartini menjelaskan, sebelum kepergian keponakannya itu, perubahan sikap sempat terlihat pada almarhum. Menurut Wartini, perubahan sikap terlihat kala almarhum kerap bangun malam untuk beribadah.

"Sebelum kejadian dia (almarhum) ngaji terus. Kata adiknya, bangun malam malam di kamar, dia ngaji. Terus siang siang ke masjid depan, ngaji. Pokoknya dia itu beribadah terus, tekun ngaji gitu," jelasnya di rumah duka, Jumat (10/7/2020) malam mengutip Warta Kota. Wartini menambahkan, sosok almarhum dikenal sebagai seorang yang pendiam. "Orangnya pendiam dan tekun beribadah. Meski pendiam dia banyak bergaul dan berteman dengan anak anak muda di sini (lingkungan rumah almarhum)," katanya.

Polisi mengungkap fakta baru terkait penemuan jenazah editor Metro TV,YodiPrabowo(26), di Jalan Tol JORRPesanggrahanJumat (10/7/2020). Polisi sebelumnya menemukan sebilah pisau di lokasi penemuan jenazah. Tak hanya itu, ditemukan pula luka tusuk di dada korban.

Kali ini, polisi menemukan fakta baru terkait kasus tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris BesarYusriYunus. Ia mengatakan, ada luka tusuk di jenazah Yudi Prabowo.

Adanya luka tusuk itu diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan. "Ada luka bekas tusukan di leher dan dada, terus itu yang paling utama," kataYusriYunus, Sabtu. Yusri Yunus juga memastikan tidak ada barang barang Yudi Prabowo yang hilang ketika jenazahnya ditemukan.

Sampai saat ini, proses pemeriksaan yang dilakukan anggota Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan masih berlangsung di lokasi penemuan jenazah. "Saat ini tim khusus dibentuk Polda Metro (Jaya) dengan Dirkirmum dan Kapolres Jakarta Selatan. Mereka sedang melakukan anev (analisa dan evaluasi) perkara pagi ini untuk dipelajari lebih lanjut," ucapYusriYunus. Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORR, Ulujami,Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat kemarin.

Kasat Reskrim PolsekPesanggrahanFajhrul Choir mengatakan, jenazahYodiPrabowoditemukan pada pukul 11.45 WIB. JenazahYodiPrabowoditemukan tiga anak kecil yang bermain layangan di pinggir Tol JORR. Di tempat penemuan jenazah, polisi menemukan dompet berisi KTP, NPWP, kartu ATM, sepeda motor Honda Beat warna putih bernomor polisi B 6750 WHC, tiga STNK, uang sebesar Rp 40.000, helm, jaket, dan tas milik korban.

Hal tersebut karena selama 3 hariYodiPrabowohilang kontak. Saat datang ke kantor, ayahYodiPrabowopun bertanya kepada rekan rekan korban soal keberadaan dan kabar sang anak. "Saya tadi datang ke kantor Metro TV, pengen cari tahu ke teman temannya, apa dan gimana ini kabar anak saya," ujar Wandi.

Menurut Wandi, sang anakYodiPrabowoini terakhir kali pamitan kepadanya pada Selasa (7/7/2020) saat hendak berangkat kerja. Pasalnya, diketahuiYodiPrabowoini masih tinggal bersama keluarganya, tidak ngekos sendiri. Sehingga, 3 hari sebelum ditemukan tewas,YodiPrabowosempat pamitan berangkat kerja.

"Itu udah hilang berapa hari?" tanya wartawan. "Hilangnya dari Selasa sore mas. Terakhir pamit mau berangkat kerja. Abis itu gak ada kabar sampai sekarang," jawab ayahYodiPrabowo. "Sempat ada komunikasi dengan almarhum yang janggal gitu pak?" tanya wartawan lagi.

"Diteror mungkin atau apa?" tanyanya lagi. "Gak ada," jawab Wandi. Setelah itu, sang ayah membongkar bahwa setelah satu hari tak pulang, ia sempat menghubungi ponsel Yodi Prabowo.

Akan tetapi, nomor teleponnya tidak aktif. Bahkan pesan singkat ke WhatsApp nyaYodiPrabowopun tak terkirim. "Dia berangkat kerja Selasa Sore, jadi udah gak ada komunikasi, di WA pun cuma ceklis satu," papar Wandi.

"Almarhum ada musuh gak sih?" tanya wartawan lagi. "Setahu saya sih gak ada," jawab ayahYodiPrabowo. Hingga kemudian, Jumat (10/7/2020),YodiPrabowopun ditemukan tewas dengan sejumlah luka sayatan didugadibunuh.

Pengakuan dariayah korban pun senada dengan direktur utama Metro TV. “Kami tahunya keluarganya melapor belum sampai ke rumah juga. (Yodi) ditelepon tak merespons. Kemudian keluarga melapor ke kantor. Kami langsung telepon ke teman teman dekat,” kata Don Bosco saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7/2020). Sang ayah, Wandi langsung bergegas menuju RS Polri.

“Saat ini jenazah dibawa ke RS Polri. Untuk keterangan lebih jelas, silakan tunggu hasil otopsi,” ucap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *