Jokowi Tekankan Pentingnya Transparansi Dalam Skema Stimulus Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menterinya untuk membuat skema yang transparan terkait stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid 19. Jokowi juga meminta secara rinci sektor mana saja yang mendapatkan stimulus untuk menyelematkan tenaga kerja. Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait Mitigasi Dampak Covid 19 terhadap Sektor Riil melalui siaran streaming, Rabu (22/4/2020).

"Skemanya betul betul terbuka, transparan jangan tertutup. Sektor apa, mendapatkan stimulus apa, dan bisa menyelematkan berapa," kata Jokowi. Jokowi berharap, sektor riil dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menyerap banyak tenaga kerja untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). "Karena kita tiga ini sangat penting usaha mikro, usaha keciL, dan usaha menengah. Sehingga stimulus betul betul menjangkau sektor sektor ini, tetapi juga jangan dilupakan berkaitan dengan sektor informal, karena ini banyak juga menampung tenaga kerja," jelas Jokowi.

Pemerintah memberikan relaksasi pembayaran angsuran pokok pinjaman bagi 11,9 juta nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kebijakan tersebut untuk membantu masyarakat yang terkena dampak penyebaran Covid 19. "Untuk KUR yang sekarang ini disalurkan di sektor perbankan baik HIMBARA (himpunan bank bank milik negara) atau bukan, mencakup 11,9 juta debitur KUR. Mereka akan diberikan relaksasi selama 6 bulan penundaan pokok angsuran," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui video conference usai rapat terbatas, Rabu (22/4/2020).

Selain penundaan pembayaran angsuran pokok, pemerintah juga akan menanggung pembayaran bunga cicilan selama tiga bulan. Untuk tiga bulan berikutnya, nasabah hanya membayarkan 50 persen saja. "Jadi untuk seluruh 11,9 juta debitur KUR akan dapat 6 bulan tak perlu angsur pokok dan bunganya dibayar pemerintah untuk 3 bulan pertama dan 3 bulan selanjutnya 50 persen. Petunjuknya sedang kami selesaikan bersama OJK dan perbankan," katanya.

Untuk nasabah Kredit ultra mikro yang dibiayai pusat investasi pemerintah (PIP), juga akan diberikan relaksasi pembayaran cicilan pokok selama 6 bulan. Sementara untuk bantuan pembayaran bunganya sama seperti nasabah KUR. Terdapat kurang lebih satu juta nasabah Kredit ultra mikro tersebut. Hal yang sama juga berlaku bagi nasabah bank ultra mikro di luar PIP. "Untuk ultra mikro di luar PIP, seperti Mekaar, PNM, koperasi ada 6 juta debitur. Koperasi ada 1,6 juta debitur dan lainnya 2,8 juta. Jadi total ada 10,4 juta debitur. Ultra mikro ini totalnya yang PIP, UMi, PNM Mekaar, dan koperasi ada 11,4 juta debitur, total kredit 27,2 T. Mereka dapat relaksasi selama 6 bulan tak bayar pokok, penundaan pembayaran pokok selama 6 bulan. Dan bunga ditanggung 3 bulan pertama dan 50 persen untuk 3 bulan selanjutnya," katanya.

Tidak hanya itu, nasabah di pegadaian juga akan mendapatkan bantuan relaksasi dari pemerintah. Hanya saja bantuan tersebut akan lebih spesifik mengingat jumlah nasabah di pegadaian cukup besar. "Ini juga termasuk pegadaian. Hanya mekanismenya agak spesifik. Jumlah debiturnya juga cukup besar. nanti kita akan bahas. Ini yang kita sudah selesaikan untuk segera dilaksanakan," katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *