Bagi sebuah perusahaan, data bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi landasan dalam pengambilan keputusan, strategi marketing, dan masih banyak lagi. Sudah jelas bahwa data masuk kategori aset penting yang wajib dijaga seaman mungkin.
Ketika data tidak tersedia, terganggu, atau tidak aman, dampaknya akan langsung terasa pada kinerja bisnis. Oleh sebab itu, perlindungan data yang maksimal sangat dibutuhkan oleh para pelaku bisnis.
Data sebagai Bagian Penting Operasional Bisnis
Dalam aktivitasnya yang terus-menerus, perusahaan mengelola banyak jenis data. Misalnya saja seperti data transaksi yang digunakan dalam sistem keuangan, penagihan, pembayaran, dan pelaporan.
Selain itu, ada data pelanggan yang dapat digunakan untuk proses pemasaran, Customer Relationship Management (CRM), dan layanan. Belum lagi data operasional internal seperti data inventaris, sistem HR, dan sistem payroll.
Berhubungan dengan yang lebih teknis, ada data sistem dan aplikasi seperti database, log sistem, dan konfigurasi. Keseluruhan data tersebut saling terhubung dan menjadi sebuah aset berharga yang perlu pengelolaan, bukan sekadar disimpan.
Bahaya Jika Data Tidak Terlindungi Secara Maksimal
Ketika data perusahaan sudah ditahap menjadi pusatnya operasional, maka perlindungan maksimal sudah tidak bisa ditunda. Risiko yang mengintai tidak selalu massive, kadang terlihat kecil dan sering terabaikan.
Contohnya saja saat terjadi gangguan akibat lingkungan fisik seperti supply listrik yang tidak stabil atau suhu dan kelembaban ruangan yang tidak terkontrol. Contoh umum lainnya seperti kesalahan operasional yang menyebabkan sistem berhenti sementara.
Risiko-risiko tersebut bisa muncul kapan saja apabila sistem dan data dikelola di lingkungan yang tidak dirancang khusus untuk fasilitas pengelolaan data jangka panjang.
Infrastruktur yang Dirancang untuk Perlindungan
Untuk dapat mengelola data secara optimal, perusahaan perlu data center infrastructure yang dirancang secara khusus. Infrastruktur data center termasuk:
- Sistem kelistrikan berlapis yang mampu memastikan bahwa server tetap menyala walau terjadi gangguan kelistrikan.
- Sistem pendingin ruangan dan kelembabannya terkontrol agar perangkat dapat bekerja secara optimal.
- Desain ruang dan rak server sesuai standar sehingga dapat menjamin keamanan fisik perangkat.
- Ada sistem pemantauan suhu, kondisi, dan daya secara real-time.
Data Center Security yang Ketat
Selain infrastruktur, harus ada dukungan sistem keamanan yang ketat. Data center security yang berlapis dapat lebih maksimal melindungi data dan sistem. Harus ada kontrol akses fisik yang tidak memperbolehkan sembarang orang untuk dapat mengaksesnya.
Tak kalah penting, harus ada CCTV yang menyala 24 jam penuh sebagai proses pemantauan berkelanjutan. Prosedur Operasional Standar (SOP) juga harus jelas dan menekankan security yang maksimal.
Peran Bitera dalam Menjaga Data Perusahaan
Bitera yang merupakan salah satu penyedia fasilitas data center hadir dengan berbagai keunggulan terutama dari infrastruktur dan keamanannya. Bitera menjamin keamanan tingkat tinggi dan berlapis mulai dari front gate sampai ke data center halls.
Aksesnya pun dikontrol secara ketat menggunakan kombinasi pemindai tubuh dan barang, kartu akses, PIN, dan sistem biometrik. Semua area berada di bawah pengawasan CCTV 24 jam penuh, memberikan perlindungan yang kuat.
Dari segi infrastruktur, Bitera juga punya reliability yang memadai karena pihaknya dapat memastikan pasokan daya tanpa gangguan dengan sistem pasokan ganda dari dua gardu induk PLN independen.
Selain itu, sistem pendingin presisi dengan konfigurasi N+1 memastikan selalu tersedia unit pendingin cadangan di luar kebutuhan normal. Sistem ini menggunakan SMARDT Magnetic Air-Cooled Chillers, yang dirancang untuk menjaga suhu tetap stabil dengan efisiensi tinggi.
Para pemilik perusahaan dapat melihat langsung data center infrastructure & data center security milik Bitera dengan melakukan kunjungan. Book a tour terlebih dahulu untuk membuat janji temu.
