Strategi Meminimalkan Resiko Investasi Reksadana

Strategi Meminimalkan Resiko Investasi Reksadana

Saat melakukan investasi di Reksadana, baik itu ketika Anda memilih jenis Reksadana pendapatan tetap atau pun memilih Reksadana saham, maka nantinya Anda akan berhadapan dengan kondisi pasar yang memang tidak menentu.

Dan tentunya resiko investasi di sini pasti akan dihadapi oleh semua investor.  Dengan adanya risiko tersebut, terkadang juga dapat membuat beberapa investor merasa ciut nyali dan akhirnya mengurungkan niatnya melakukan investasi.

Namun bagaimanapun juga, pasti ada salah satu jenis investasi yang akan cocok dengan kebutuhan Anda serta resikonya yang terbilang minim. Terlebih lagi jika di sini Anda memiliki kemampuan dalam meminimalisir resiko yang terdapat di dalam portofolio reksadana. Oleh karena itu, dalam artikel kali ini akan diberikan beberapa strategi meminimalkan resiko investasi reksadana yang perlu anda ketahui, antara lain yakni :

Bagaimana Cara yang Dapat Dilakukan untuk Meminimalisir Resiko Reksadana ?

 

  1. Diversifikasi Portofolio

Anda sebagai seorang investor tentunya perlu mencari cara yang bisa anda lakukan untuk dapat menganekaragamkan portofolio yang dimiliki. Serta mampu untuk membatasi eksposur dalam jenis investasi tertentu. Diversifikasi nantinya dapat Anda lakukan dengan cara memecah portofolio investasi dalam berbagai macam dan jenis Reksadana, serta ke dalam sub kategori yang berbeda-beda untuk tiap jenis.

  1. Jangan Salah Memilih Jenis Reksadana

Jika disini Anda adalah seorang investor pemula di instrumen reksa dana, maka Anda kemungkinan akan membuat sebuah kesalahan yang seringkali dilakukan. Kesalahan tersebut yaitu dengan meletakkan modal besar Anda di reksadana yang memiliki return tertinggi di tahun sebelumnya.

Padahal sebenarnya reksa dana tersebut dapat memberikan return yang tinggi oleh karena portofolio di saham tematik atau sektoral yang memang kebetulan saja tengah booming ketika itu. Cara investasi yang demikian memang merupakan salah satu cara yang cukup beresiko oleh karena sifat siklus yang dimiliki.

  1. Ketahui Profil dari Resiko

Salah satu hal yang dapat menghambat para investor untuk menghasilkan return tinggi dari investasi yaitu pemahamannya yang kurang baik dalam mengetahui profil risiko. Sederhananya di sini mengenai profil risiko yaitu penentuan seberapa besar resiko yang nantinya dapat Anda ambil terkait dengan investasi yang dipilih.

Termasuk juga di sini adalah resiko dengan jumlah pokok yang Anda investasikan. Seperti contohnya investasi yang dilakukan di Reksadana saham mempunyai resiko yang cukup tinggi. Namun potensi keuntungannya pun juga tak kalah tinggi.

Sedangkan untuk investasi di Reksadana pendapatan tetap memiliki tingkat resiko yang memang lebih rendah. Namun hal itupun juga berimbas pada pengembalian hasil yang relatif juga rendah dibandingkan dengan reksadana saham.

  1. Perhatikan Tingkat Likuiditas

Kekawatiran paling utama yang cenderung diabaikan oleh para investor ketika ingin melakukan investasi yaitu likuiditas. Secara sederhananya disini likuiditas merupakan fitur yang mana memungkinkan investasi tersebut segera dicairkan untuk dijadikan uang tunai dengan harga yang sesuai dan dalam tempo waktu yang telah ditentukan.

Makin tinggi tingkat likuiditas suatu reksadana, maka tentunya makin mudah juga bagi Anda untuk mencairkannya jika tengah berada dalam keadaan mendesak. Saham ini dianggap sebagai jenis investasi yang di sini paling tidak likuid. Sedangkan jenis investasi reksadana yang paling liquid yaitu reksadana pasar uang.

Sekian sedikit informasi yang dapat dijelaskan mengenai strategi meminimalkan resiko investasi reksada yang perlu anda ketahui. Dan bagi anda yang masih pemula dalam investasi ini, anda bisa membaca ulasan di atas hingga tuntas!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *