Tips Menghasilkan Pendapatan dari Hobi

Krisis dan pandemi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, telah mendorong masyarakat untuk lebih kreatif menemukan berbagai cara menghasilkan pendapatan tambahan, salah satunya dengan memulai usaha atau bisnis.

Apakah Anda seorang milenial yang ingin memulai bisnis atau pensiunan yang berusaha meningkatkan penghasilan Anda, berikut adalah lima cara untuk membantu Anda menghasilkan uang dari hobi Anda, seperti dikutip dari entrepreneur.com

1. Pilih hobi yang tepat

Jika Anda serius ingin memonetisasi hobi Anda, pastikan Anda memilih yang tepat. Secara pribadi, penulis memiliki hobi makan daging, berburu burung dan membersihkan kuas. Namun sayang, bisnis tersebut dirasa belum menguntungkan. Penulis pernah mencoba menjalankan bisnis pertanian burung sayangnya gagal. Bukan karena tidak ada pasar untuk itu, tetapi karena burung-burung tersebut “tenggelam” dalam hujan badai.

Namun, ada pula orang yang memiliki hobi yang lebih utama seperti fotografi, musik, menulis, atau kerajinan yang lebih mudah untuk dimonetisasi, Anda mungkin tertarik pada sesuatu. Jika Anda seorang penggemar fotografi, misalnya, Anda dapat menjual foto-foto Anda di sejumlah situs web, seperti Shutterstock, atau bergabung dengan komunitas seperti Kodak Winning Fotos.

CEO Shutterstock, David Young, pernah mengatakan bahwa mengubah hobi menjadi bisnis membutuhkan pertanyaan mendalam mengenai passion yang kita miliki. Sebab, kadang kala orang merasa enggan mencari tahu passion mereka sendiri karena takut salah.

“Jangan takut untuk mengeksplorasi akar pemicu kenikmatan Anda. Sangat penting untuk mengubah hobi menjadi bisnis yang sukses,” ujarnya.

Jika Anda seorang musisi, Anda dapat memulai bisnis mengajar di lingkungan anak-anak untuk bermain gitar atau piano, atau meluncurkan program afterschool yang mengajarkan musik kepada anak-anak kurang mampu.

2. Mulai dari langkah kecil

Sangat bagus untuk bermimpi besar dan memiliki tujuan yang tinggi, tetapi idealism juga harus dibuat secara realistis. Apple memulai bisnisnya dari garasi. Artinya jangan berpikir bahwa Anda harus membutuhkan tempat yang mewah agar bisa menguntungkan.
Selain itu, perlu diingat bahwa jika ini adalah hobi, Anda tidak harus segera mengubahnya menjadi pekerjaan penuh waktu. Bermimpilah yang besar, tetapi mulailah dari yang kecil.

Lepas beberapa jam seminggu; lihat bagaimana tuntutan hobi Anda selaras dengan realitas industri. Jika hobi Anda, dan semua tuntutannya, masih menyenangkan setelah Anda melakukannya untuk sementara waktu, itu adalah sinyal yang jelas untuk mulai menumbuhkan hobi Anda menjadi sebuah bisnis.

3. Jadikan pemasaran sebagai prioritas

Orang-orang berpikir tentang pemasaran sebagai sesuatu yang baru dijalankan setelah bisnis mapan. Padahal, memulai pemasaran harus dilaksanakan pada hari pertama. Rencana pemasaran harus menjadi bagian dari strategi keseluruhan Anda. Jika Anda memiliki strategi pemasaran yang baik sebelum diluncurkan, rencana selanjutnya membantu membangun sedikit ketegangan dan antisipasi.

Mempromosikan bisnis baru Anda adalah kunci utama jika Anda berniat menghasilkan uang dari hobi tersebut. Anda perlu meningkatkan setiap kontak klien, kenalan, teman, anggota keluarga, rekan kerja, guru, mentor, dll.
Beberapa mungkin akan membantu Anda menyebarkan informasi tersebut melalui testimony mereka terhadap produk atau jasa Anda. Dari mulut ke mulut mungkin merupakan cara paling tepat untuk beriklan, dan masih menjadi salah satu yang paling efektif.

4. Perlakukan seperti bisnis

Hanya karena itu hobi bukan berarti Anda tidak memperlakukan pekerjaan Anda seperti bisnis. Saya menyukai apa yang saja lakukan sehingga saya akan melakukannya dengan semangat. Namun, saya juga menganggap serius kondisi kepuasan saya, salah satunya adalah bahwa hobi ini bisa menghasilkan uang.

Satu cara untuk menjaga diri Anda tetap terkendali adalah dengan menetapkan jumlah jam yang Anda dedikasikan untuk mengubah hobi Anda menjadi bisnis, dan patuhi jadwal tersebut, setidaknya pada saat awal Anda memulai.

5. Berkembanglah

Jika Anda memiliki hobi yang bisa Anda tarik keluar, pertimbangkan pilihan itu. Sebagai contoh, seorang fotografer selalu dapat melakukan lebih dari mengambil foto dan menjualnya. Seorang fotografer dapat memantapkan dirinya sebagai pemimpin dengan mempromosikan keterampilan dan pengetahuan pribadi atau memberikan pelajaran.

Jika Anda seorang seniman, ada lebih banyak kesempatan untuk Anda di luar sana daripada hanya sekadar menjual lukisan Anda atau memutar musik Anda. Misalnya saja dengan menjadi pengajar atau mentor bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *