Meski Dilarang, Djanur Nekat Berbuka Puasa dengan Gorengan Selama Ramadan

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman ngeyel tetap mengkonsumsi gorengan saat berbuka puasa kendati telah dilarang. Pelatih yang memiliki sapaan akrab Djanur itu mengakui tak bisa jika tidak berbuka puasa dengan gorengan. Bahkan juru taktik tim Barito Putera itu memiliki makanan favorit tersendiri yang berupa gorengan.

Pria yang pernah menukangi Persib Bandung dan Persebaya Surabaya itu lebih suka kuliner khas Jawa Barat. Djanur mengatakan bahwa gorengan favoritnya ialah cireng dan ubi goreng. Meskipun demikian, ia tak lantasmenyampingkan buah kurma yang menjadi menu wajib sebelum beralih ke makanan utama.

Khasiat kurma sendiri ialah mampu menggantikan kadar ion tubuh yang hilang selama berkativitas. “Yang pasti kurma ya, itu menu berbuka awal. Selain itu, meski dilarang, saya agak suka dengan gorengan khas Jawa Barat seperti Cireng, Ubi goreng, dan lainnya," tukas Djanur seperti yang dikutip dari laman resmi Djanur pun beralih membicarakan mengenai menu utama saat bersantap buka puasa.

"Kemudian kolak, dan menu utamanya sayur asem." "Intinya kuliner khas Jawa Barat saya suka,” tutur Djanur menambahkan. Ditengah pandemi virus corona seperti saat ini, tentu saja bulan puasa tahun ini tidak akan sama seperti pada tahun tahun sebelumnya.

Berbagai imbauan dan larangan terkait penularan virus Corona tentu membuat Djanur tidak bisa kemana mana. Akan tetapi, hal itu justru menjadi berkah bagi pelatih Barito Putera itu. Pasalnya, Djanur lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.

Sebab itu, dirinya kerap menunggu waktu berbuka dengan membantu keluarga menyiapkan menu berbuka. "Tidak seperti tahun tahun biasanya, Ramadan kali ini lebih banyak di rumah saja." "Ngabuburitnya adalah bantu bantu istri nyiapin buka di rumah,” tukasnya melanjutkan.

Di sisi lain, ia kemudian menyinggung masalah kompetisi Liga 1 musim ini. Djanur masih berharap kompetisi sepak bola di Tanah Air musim ini dapat diselamatkan. Dikutip dari laman resmi Djanur mengaku pihaknya tidak keberatan jika ke depannya PSSI dan PT LIB akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan kompetisi.

Nasib kompetisi yang hingga saat ini belum menemukan titik temu membuat sejumlah kalangan insan sepak bola menyuarakan aspirasinya. Diantaranya ialah Madura United dan Persela Lamongan yang meminta untuk kompetisi dihentikan secara permanen Lebih lanjut, PSSI yang menyikapi usulan tersebut sudah memiliki solusi jika skenario terburuk terpaksa dilakukan.

Ialah menggelar turnamen berskala Nasional menjadi jawabannya. Nantinya, turnamen tersebut digelar guna memberikan aktivitas sepak bola bagi pemain dan tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *